Cabe Jawa dan Khasiatnya untuk Kesehatan
Tanaman Obat - Cabe Jawa merupakan tanaman merambat seperti sirih yang memiliki dua nama latin, yaitu
PipernRetrofractum Vahl atau
Piper Longum L. Tumbuhan Cabe Jawa ini termasuk ke dalam famili tumbuhan
Piperaceae. Di beberapa daerah, Cabe Jawa memiliki namanya sendiri semisal Cabbi Solak atau Cabbi Jhemuh (Madura), Cabia (Sulawesi).
Cabai jamu dapat tumbuh di lahan ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut (dpl), dengan curah hujan rata-rata 1.259-2.500 mm/tahun. Tanah lempung berpasir, dengan struktur tanah gembur dan berdrainase baik, merupakan lahan yang cocok untuk budidaya cabai jamu. Tanaman itu memiliki keunggulan dapat tumbuh di lahan kering berbatu. Keberadaan tanggul batu di pematang tegalan dapat dijadikan media merambatnya cabai jamu secara alami.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : P. retrofractum
Nama binomialPiper retrofractum Vahl.
Deskripsi Cabe Jawa
Bentuk tanamannya seperti sirih, merambat, memanjat, membelit, dan
melata. Daunnya berbentuk bulat telur sampai lonjong, pangkal daun
berbentuk jantung atau membulat, ujung daun runcing dengan bintik-bintik
kelenjar.
Buahnya majemuk bulir, bentuknya bulat panjang atau
silindris, dan ujungnya mengecil. Buah yang belum tua berwarna kelabu,
kemudian menjadi hijau, selanjutnya kuning, merah, serta lunak. Rasanya
pedas dan tajam aromatis
Sifat Kimia Cabe Jawa
Tumbuhan Cabe Jawa kaya akan kandungan zat kimia yang sudah diketahui, diantaranya:
Buah : Zat pedas piperine, minyak menguap, alpha amirin, fenenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4, 1-beta caryyophylene, 1-quebrachitol.
Akar dan Batang :
Mengandung inulin yang terdiri dari artemose, cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alkohol, dan ridentin.
Efek Farmakologis
Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman herbal ini memiliki sifat:
Buah : Rasa Pedas, panas. Masuk ke dalam meridian limfa, lambung. Dapat menghilangkan dingin, dan rasa sakit
Akar: Pedas, hangat
Bagian Tanaman Yang Digunakan
Efek farmakologis ini diperoleh dari penggunaan bagian tanaman, berupa buah dan akar.
Demikian informasi seputar
Cabe Jawa dan Khasiatnya untuk Kesehatan. Anda bisa membaca artikel kami yang lain seputar Cabe Jawa yaitu:
Manfaat dan Khasiat Cabe Jawa untuk Kesehatan
Semoga bermanfaat..
Cabe Jawa dan Khasiatnya untuk Kesehatan
Tanaman Obat - Cabe Jawa merupakan tanaman merambat seperti sirih yang memiliki dua nama latin, yaitu
PipernRetrofractum Vahl atau
Piper Longum L. Tumbuhan Cabe Jawa ini termasuk ke dalam famili tumbuhan
Piperaceae. Di beberapa daerah, Cabe Jawa memiliki namanya sendiri semisal Cabbi Solak atau Cabbi Jhemuh (Madura), Cabia (Sulawesi).
Cabai jamu dapat tumbuh di lahan ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut (dpl), dengan curah hujan rata-rata 1.259-2.500 mm/tahun. Tanah lempung berpasir, dengan struktur tanah gembur dan berdrainase baik, merupakan lahan yang cocok untuk budidaya cabai jamu. Tanaman itu memiliki keunggulan dapat tumbuh di lahan kering berbatu. Keberadaan tanggul batu di pematang tegalan dapat dijadikan media merambatnya cabai jamu secara alami.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : P. retrofractum
Nama binomialPiper retrofractum Vahl.
Deskripsi Cabe Jawa
Bentuk tanamannya seperti sirih, merambat, memanjat, membelit, dan
melata. Daunnya berbentuk bulat telur sampai lonjong, pangkal daun
berbentuk jantung atau membulat, ujung daun runcing dengan bintik-bintik
kelenjar.
Buahnya majemuk bulir, bentuknya bulat panjang atau
silindris, dan ujungnya mengecil. Buah yang belum tua berwarna kelabu,
kemudian menjadi hijau, selanjutnya kuning, merah, serta lunak. Rasanya
pedas dan tajam aromatis
Sifat Kimia Cabe Jawa
Tumbuhan Cabe Jawa kaya akan kandungan zat kimia yang sudah diketahui, diantaranya:
Buah : Zat pedas piperine, minyak menguap, alpha amirin, fenenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4, 1-beta caryyophylene, 1-quebrachitol.
Akar dan Batang :
Mengandung inulin yang terdiri dari artemose, cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alkohol, dan ridentin.
Efek Farmakologis
Dalam farmakologi Cina disebutkan bahwa tanaman herbal ini memiliki sifat:
Buah : Rasa Pedas, panas. Masuk ke dalam meridian limfa, lambung. Dapat menghilangkan dingin, dan rasa sakit
Akar: Pedas, hangat
Bagian Tanaman Yang Digunakan
Efek farmakologis ini diperoleh dari penggunaan bagian tanaman, berupa buah dan akar.
Demikian informasi seputar
Cabe Jawa dan Khasiatnya untuk Kesehatan. Anda bisa membaca artikel kami yang lain seputar Cabe Jawa yaitu:
Manfaat dan Khasiat Cabe Jawa untuk Kesehatan
Semoga bermanfaat..
Continue Reading→